January 29, 2012
Tak peduli sang surya membakar tubuhmu,
Tak peduli lumpur, hujan, angin dan peluh membasahi tubuhmu,
Letih sudah harap langkahmu Ayah..
Tak tega hati ini untuk sesekali menyakitimu..
Remuk hati ini,
Melihat serta mengetahui perjuanganmu..
Sungguh hancur jiwa dan raga ini,
Jika melihat dan mendengar setiap helaan nafasmu..
Ayah..
Itu badan yang dulu gempal,
Kini terkikis di makan derita dan luka..
Itu kulit yang dulu halus nan mulus,
Kini penuh dengan bintik-bintik lara..
Itu rambut yang dulu hitam nan indah,
Kini mulai rontok dan memutih..
Ayah,
Lumpur, angin, hujan dan peluh telah menjadi pakaianmu..
Pegal dan linu telah menjadi santapanmu..
Capek dan letih sudah menjadi makanan harianmu..
Ayah..
Kutuliskan sebuah rasa kasih sayangku padamu lewat sebuah untaian puisi ini..
Ku salut dengan semua pengorbananmu,
Ku kagum dengan jiwa juangmu,
Semua semata-mata hanya demi keluargamu..
Ayah,
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan oleh siapapun,
Perhatian yang kau berikan kepadaku takkan pernah sanggup aku lupakan,
Walaupun kadang aku tidak mengindahkan semua yang kau berikan,
Kadang kutak pernah menghargai semua yang kau berikan.
Kini, akulah yang harus melakukan semuanya..
Aku yang harus membalas semuanya..
Dan hanya aku yang harus memperhatikanmu…
Ayah..
Izinkanlah aku menjadi anak yang berbakti kepadamu,
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu,
Izinkanlah anakmu untuk membahagiakanmu..
Meskipun ku tersadar dari asaku,
Itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan,
Tak bisa tergantikan oleh semua yang telah kau beri,
Dan akupun sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…
Terima kasih Ayah..
Karenamu kini aku menjadi orang yang mampu berdiri,
Mampu menjadi orang yang mandiri,
Kini aku mampu menapaki hidup dengan doa dan kasih sayangmu..
I Love You Ayah…
(Anakmu, Farida Nur Syafitri)
January 27, 2012
Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.
Bagaimana cara mengatasi Insomnia?
Tidur merupakan bagian yang penting untuk menjaga kestabilan kesehatan seseorang. Sayangnya, tidur bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah. Ada yang sulit tertidur, sering terjaga saat tidur, atau hanya bisa tidur sebentar-sebentar. Berbagai gangguan tidur tersebut dikenal dengan insomnia. Hampir setiap orang pernah mengalami masalah sulit tidur. Penyebabnya, stress akibat banyak pikiran, nyeri di tempat tertentu, atau karena minum terlalu banyak kafein dan alkohol. Jika hanya sesekali, insomnia tidak mengakibatkan masalah, namun jika terjadi berulang kali dan dalam waktu lama, akan mengakibatkan masalah serius. Insomnia tidak hanya mempengaruhi kadar energi dan suasana hati, melainkan kesehatan secara umum. Sebab, tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kurang tidur, tidak hanya mengakibatkan gangguan daya tahan, tetapi juga konsentrasi. Insomnia juga dapat mengakibatkan kantung mata pada bagian mata menjadi berwarna hitam kecoklatan, dan membuat kantung mata menjadi terlihat besar. Penyakit ini bisa menyebabkan timbulnya pengeriputan pada wajah, khususnya pada wanita. Gangguan konsentrasi dapat membawa kecelakaan fatal saat mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
Untuk menyiasati insomnia, Anda bisa mencoba tips berikut ini:
Ø Buat jadwal tidur
Usahakan untuk mulai tertidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan. Jika Anda terbiasa tidur pada jam tertentu, kebiasaan yang sama juga akan muncul malam berikutnya. Selain itu batasi waktu di tempat tidur. Terlalu lama berada di tempat tidur membuat tidur yang tidak sehat.
Ø Hindari keinginan untuk tidur
Semakin keras usaha anda untuk tidur, membuat anda malah makin terjaga. Membaca majalah, buku atau menonton televisi dapat membuat anda mengantuk dan selanjutnya tertidur. Air hangat atau makanan kecil sebelum tidur dapat membantu anda tertidur.
Ø Hindari nikotin, alkohol dan kafein
Rokok, seperti halnya alkohol dan kafein akan mengganggu kualitas tidur Anda. Teh, soda, cokelat termasuk dalam daftar makanan yang mengandung kafein. Selain itu, beberapa jenis obat juga mengandung zat yang membuat sistem tubuh lebih aktif, sehingga Anda akan sulit tertidur.
Ø Perhatikan makanan
Perbanyaklah mengonsumsi makanan produk hewani, seperti susu, keju, daging, atau ikan. Makanan tersebut mengandung tryptophan, yaitu jenis asam lemak yang menghasilkan serotonin dan mengendurkan syaraf pada pusat otak.
Ø Nyaman nomor satu
Untuk urusan tidur, kenyamanan merupakan yang utama. Pastikan ranjang yang Anda pakai masih memiliki per yang bagus, kebersihan sprei dan bantal terjaga. Musik yang lembut sebagai pengantar tidur juga bisa membantu Anda mengantar ke alam tidur. Kurangi suara yang menggangu tidur, misalnya kipas angin, pintu atau suara yang mengganggu lainnya. Kurangi minum sebelum tidur, sehingga tidak terbangun untuk buang air kecil.
Ø Matikan lampu
Jangan lupa untuk memadamkan lampu. Sinar lampu akan membuat otak menerima pesan sebagai tanda untuk tetap terjaga. Selain itu, singkirkan jam dari penglihatan Anda. Menghindari jam diketahui efektif membantu orang tertidur hingga 90%. Saat Anda terbangun dan melihat jam, maka tubuh Anda mengalami transisi dari tidur menjadi bangun, akibatnya Anda akan kesulitan untuk tertidur kembali.
http://id.wikipedia.org/wiki/Insomnia
http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=4576
Pikiran sendiri

Farida Nur Syafitri (lahir di Tangerang, 19 April 1991) adalah seorang mahasiswi, berkebangsaan Indonesia. Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia 16 tahun, sebagai seorang Penyiar Radio. Yang kemudian selanjutnya ia menjajal dunia yang hampir serupa, yakni MC. Gadis yang kini memakai jilbab ini sering mengikuti lomba yang berkaitan dengan dunia intertainment yang telah membuat pengalaman dan keahliannya bertambah. Sewaktu SMP, ia pernah meraih Juara 2 lomba menyanyi, Juara 1 lomba baca serta membuat puisi, kemudian juara pidato yang diadakan sekolah (tiap 17 Agustusan). Tak hanya itu, ia juga mahir sekali di dalam membuat sebuah puisi. Gadis yang kerap disapa dengan "Rieda" ini telah memulai karir saat duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMKN 1 Semarang), dengan mengambil jurusan Broadcasting (Penyiaran TV dan Radio), dan di bangku kuliah ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi spesifikasi PR (Public Relation). Selain menggeluti dunia MC, ia juga aktif dalam dunia seni peran dan teater. Pada tahun 2009, Rieda kerap mengikuti ajang berbagai lomba seni peran dan teater. Alhasil, ia pun menjuarai berbagai lomba tersebut, diantaranya Juara 2 Lomba Sandiwara Radio (bersama rekan satu tim), kemudian Juara 2 Aktris terbaik pada lomba bergengsi tingkat Jawa Tengah yang diadakan IKIP PGRI Semarang, dsb. Saat duduk di bangku sekolah aktifitas selain belajar yang menjadi kesibukan sehari-hari adalah menjadi seorang penyiar radio. Ia awal pertama memamerkan suara merdunya sebagai seorang announcer, pada waktu siaran di Radio Komunitas milik BLPT (Balai Pengembangan Teknik) Semarang yakni "BELMO FM". Tak henti disitu saja, ia lantas meneruskan kariernya itu dengan menjadi announcer di Lembaga Penyiaran Publik RRI (Radio Republik Indonesia) Semarang.
Saat mengikuti diklat kepengurusan radio dikampusnya, ia dipercaya sebagai pengurus radio dan juga menjadi announcernya. Kesuksesannya di dalam berkarir dan menuntut ilmu mendorong Rieda memasang target untuk bisa berkarier tidak hanya di kancah lokal.
|
Nama Lengkap
|
FARIDA NUR SYAFITRI
|
|
Tempat/Tanggal/Lahir
|
Tangerang, 19 April 1991
|
|
Hobbi
|
Renang, Menyanyi, Membuat Puisi, Membuat Cerpen, Mendengarkan Musik, Masak, Ngusilin Orang, Hunting foto, dsb
|
|
Pendidikan
|
· TK AL-AZZAR JAKARTA th 1997
· SDN KABLUK SEMARANG 03-04 th 2003
· SMP INSTITUT INDONESIA SEMARANG th 2006
· SMKN 1 SEMARANG th 2009
|
January 16, 2012
Wawancara adalah bagian dari ilmu jurnalistik. Wawacara juga salah satu faktor penting dalam menggali informasi dari narasumber. Dengan teknik wawancara yang baik dan benar diharapkan tujuan interview akan tercapai. Setiap pelaku wawancara, harus mengetahui teknik wawancara yang efisien dan efektif.
Wawancara yang Efisien dan Efektif, yakni:
1. Harus memiliki persiapan diri dengan baik dengan cara memahami sepenuhnya cakupan isi kuesioner dan maksud dari setiap pertanyaan.
2. Cermatilah setiap tanda yang menunjukkan catatan kaki ataupun keterangan agar tahu persis maknanya.
3. Camkan dalam hati bahwa kita yang butuh data, bukan responden.
4. Kembangkan dan pertahankan suasana komunikasi yang baik dengan responden dengan cara bersikap ramah , sopan, bersahaja, dan jangan tergesa-gesa.
5. Untuk jenis-jenis pertanyaan yang (agak) sulit dijawab oleh responden, gunakan cara lain dalam bertanya tanpa mengubah makna dari pertanyaan yang tercantum dalam kuesioner.
6. Penggunaan gambar atau denah dalam menggali data yang berkenaan dengan lahan, usaha tani, dan akan sangat membantu mempermudah wawancara.
7. Pada waktu wawancara gunakan satuan-satuan setempat sesuai apa yang dimengerti dengan baik oleh responden. Jangan lupa catat konvensinya dengan satuan yang umum/standar.
8. Selesai wawancara, lihat sekali lagi apakah semua pertanyaan yang relevan telah ditanyakan dan telah terisi jawabannya.
9. Jika oleh karena suatu hal wawancara terpaksa dihentikan sedangkan wawancara belum selesai, buatlah perjanjian dengan responden waktu penggantinya. Tepati janji tersebut.
10. Selesai wawancara segeralah melakukan editing hari itu juga. Jangan menunda editing lebih dari 12 jam.
11. Kuesioner ini didesain menggunakan banyak kode (pre coded). Waktu editing patuhilah penggunaan kode-kode tersebut.
12. Jika ada kesulitan dan tak dapat memecahkannya, bertanyalah dan minta arahan dari atasan.
13. Pelaksanaan tugas penggalian data dinyatakan telah selesai hanya jika enumerator telah melakukan wawancara dengan lengkap, cermat, dan hasil wawancara telah diedit dengan teliti dan lengkap.
14. Catatlah temuan-temuan yang relevan dengan substansi penelitian tetapi tidak tercantum dalam kuesioner dan tuliskan dalam catatan harian.
Pandangan Dunia Tentang Musik Tayub
Pada era 80-an hingga 90-an , tayub menjadi pusat perhatian dalam komunitas Jawa. Padahal, dulu tayub disebut sebut sebagai “seni pinggiran”, dan “kampungan”. Tayub disebut “kampungan”, karena pergelaran tayub biasanya ditampilkan di kampung-kampung yang jauh dari suasana tata cara keraton. Yang biasanya, menunjuk perilaku yang tidak sopan, saru, kasar, erotic, dan urakan.
Wajah Pergelaran Musik Tayub

Tayub adalah salah satu seni pertunjukan rakyat Jawa yang berujud tari berpasangan antara Ronggeng dan Pengibing. Acara tayuban biasanya diawali dengan penari wanita. Gendhing yang dialunkan pesinden acapkali terasa kuno, biasanya yang digunakan adalah lagu-lagu langgam campursari dan dangdut.
Hingga saat ini, Tayub masih digunakan di beberapa daerah baik di Jateng, maupun di daerah DIY Yogyakarta. Sedangkan untuk didaerah Jateng, biasanya yang masih membudidayakan Tayub yakni di daerah Sragen, Grobongan, Purwodadi, Blora, Pati, Jepara, dan Wonogiri.
Fungsi Tayub:
1.Upacara Pubertas
2. Upacara Inisiasi
3.Percintaan
4.Persahabatan
5. Upacara Kematian
6.Upacara Kesuburan
7.Upacara Perburuan
8.Upacara Perkawinan
9. Pekerjaan
10.Perang
11.Lawakan
12.Perbincangan
13.Tontonan
14.Pengobatan
Tayub sendiri bersifat sangat sakral, dan profan ( yang religious ).
Pergeseran Tayub
Tayub kini telah berubah fungsinya dari yang bersifat sacral-religius, ke profan-sekuler. Kini pergelaran Tayub lebih sebagai seni hiburan, tari pergelaran, dan tontonan.Tayub sebagai budaya jaman dulu tak kunjung redup. Hingga sekarang pun masih tetap saja dipertahankan dan tidak akan lekang oleh waktu. Walau sudah berbeda fungsi, namun masyarakat Indonesia pun sampai sekarang masih melestarikannya. Meskipun kesenian ini tidak bisa dijadikan tumpuan hidup, ternyata perkembangan kesenian ini tidak akan mati.
February 11, 2009
Jurusan TEKNIK PENYIARAN RADIO , telah berdiri sejak 2 Mei 2005 lalu. Sekolah SMK Negeri 1 Semarang, resmi memiliki stasiun radio komunitas yang bernama SMAKSA FM dengan frekuensi 107 point 7 fm. Stasiun radio ini dikelola sendiri oleh siswa-siswi, khususnya yang mengambil jurusan teknik penyiaran radio.
Beberapa mata pelajaran yang diajarkan untuk jurusan teknik penyiaran radio ini, di antaranya dasar komunikasi radio siaran, dasar kehumasan, prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja, operating skill, anouncher skill, musical touch, naskah siaran, karya jurnalistik, teknik wawancara, iklan radio, E-journalism, jurnalistik media cetak, audio visual, dsb.
Studio radio di SMKN, menempati ruang laboratorium yang berada di samping kanan sekolah. Fasilitas yang dimiliki, di antaranya studio dua kabin untuk siaran dan produksi, laboratorium editing, komputer, serta koleksi lagu-lagu yang lumayan lengkap. Stasiun radio ini juga dilengkapi line telepon yang dipakai untuk interaktif dengan pendengar.
Dengan adanya studio laboratorium penyiaran, diharapkan dapat membantu para siswa-siswi agar lebih terampil.
Renang adalah suatu hal yang tidaklah tabu dikalangan masyarakat dewasa ini. Dengan Renang, tubuh kita akan menjadi lebih sehat dan lebih terlihat awet muda.
Nah mau tau gimana sih,sejarah renang itu sendiri?
SEJARAH RENANG
Mungkin sebagian dari Anda mempunyai hobi berenang. Do You Know? Renang ternyata telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi. Do you know? Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.

Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu. Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda. Itupun baru nomor bebas. Seiring dengan perkembangan olah raga renang renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.

Manfaat Olahraga Renang Bagi Kesehatan
· 1. Improving kapasitas diri anda, ini ada kaitan dengan kesehatan paru-paru anda. Yang jelas, kita akan terhindar dari yang namanya penyakit paru. Karena olahraga terbaik untuk kesehatan paru-paru kita yaitu dengan berenang
· 2. Dapat membantu membangun otot pada bagian jantung anda
· 3. Menjauhkan anda dari berbagai penyakit
· 4. Building otot supaya kuat, terutama pada pernafasan. Olahraga ini baik sekali untuk penyiar radio, televisi, pekerja seni, penyanyi, dsb.
· 5. Membantu mengurangi nyeri pada sendi
Segi Positif Renang
1. Kemampuan membakar kalori : 350-700 kalori per jam
2. Risiko cedera: sangat minim
olahraga ini memiliki dampak risiko yang lebih rendah pada tungkai, sendi dan otot karena adanya sifat mendukung dari air. Studi menunjukkan olahraga dalam air setinggi pinggang akan mengurangi tekanan pada sendi sebesar 50 persen, jika setinggi dada mengurangi tekanan pada sendi sebanyak 75 persen. Hal ini membuat olahraga kolam bagus untuk orang yang baru pulih dari cedera.
3. Efek terhadap tubuh: renang memberikan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh, tapi secara konsisten bisa membangun kepadatan kaki, punggung, bahu dan otot lengan.
4. Manfaat kardio: renang melatih tubuh agar bisa menggunakan oksigen secara efisien.
5. Biaya: olahraga renang terbilang murah dari segi peralatan, yang dibutuhkan hanya sebuah akses mudah untuk masuk ke kolam renang.
4. Tidak dianjurkan pada: olahraga renang tidak dianjurkan pada orang yang fobia terhadap air.
http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Renang
http://blog.indojunkers.com/2011/08/olahraga-terbaik-untuk-paru-paru-adalah-renang/
Pikiran sendiri
November 19, 2008
Tulisan ini saya copy dari
http://dwikurniakj05.wordpress.com/2008/01/16/uas-jurnalisme-online-vs-jurnalisme-konvensional/
Jurnalisme Online Versus Jurnalisme Konvensional
LATAR BELAKANG
Jurnalisme pada umumnya dapat diartikan sebagai kegiatan dalam mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita kepada khalayak atau masyarakat luas. Jurnalisme tidak bisa dilepaskan dengan masalah media, karena media merupakan institusi sedangkan jurnalisme sendiri adalah seperangkat pengetahuan yang membahas seluk-beluk kegiatan yang memungkinkan institusi tersebut hadir dan berfungsi dalam masyarakat.
Kegiatan dalam jurnalisme itu sendiri pada intinya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas informasi., sedangkan media yang digunakan dapat berupa media cetak, maupun media elektronik. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, berita / informasi tidak hanya bisa kita dapatkan lewat media cetak seperti suratkabar, majalah, dsb maupun media elektronik seperti televisi dan radio, namun internet yang dipandang sebagai media interaktif juga dapat berfungsi sebagai media yang menyediakan berbagai informasi di dalamnya termasuk berita.
Dewasa ini, setiap orang bisa menulis berita dengan bebas melalui media internet. Baik yang merupakan wartawan sungguhan dan mempunyai lembaga resmi, maupun hanya wartawan “bo’ong-bo’ongan” yang merupakan personal individu yang tidak mempunyai lembaga resmi namun juga dapat menulis berita lewat internet. Rasa tidak puas akan informasi yang diperoleh masyarakat lewat media cetak maupun elektronik berupa televisi, serta kemudahan yang disediakan fasilitas internet untuk mengakses segala informasi dan menulis berita lewat internet, salah satunya adalah lewat situs weblog yang kita ketahui selama ini, menjadi salah satu penyebab munculnya apa yang disebut jurnalisme online yang kedudukannya dapat menggeser atau mempengaruhi jurnalisme tradisional atau konvensional tersebut.
Makalah ini akan berisi mengenai opini-opini saya mengenai keberadaan jurnalisme online, dimana keberadaannya dapat menggeser, mempengaruhi atau bahkan menjadi sebuah persaingan dengan media tradisional seperti media cetak dan media elektronik lainnya yang didalamnya menyajikan suatu jurnalisme konvensional.
PEMBAHASAN
Perkembangan tekhnologi komunikasi dan informasi di Indonesia saat ini memang berkembang dengan pesat, terutama di bidang elektronik. Kegiatan Jurnalisme saat ini pun bukan saja dilakukan melalui media cetak, namun dengan media elektronik juga telah hadir, dalam hal ini yang dimaksud adalah media internet atau e jurnalisme. Suatu kegiatan jurnalisme yang menggunakan komputer / internet sebagai media utamanya. Menurut saya hadirnya atau dengan adanya jurnalisme online ini sangat bagus sekali dengan perkembangan dunia jurnalistik pada umumnya. Kegiatan dalam mencari, mengumpulkan dan mengolah berita tidak hanya dilakukan dengan media cetak saja, namun dengan media internet juga dapat dilakukan, hal ini dapat memudahkan seorang jurnalis untuk dapat bekerja cepat dengan media internet tersebut. Selain berita yang ditampilkan bersifat fresh / selalu baru, pesan yang ditampilkan didalamnyapun bersifat menarik.
Dengan jurnalisme online ini, siapa saja dapat menulis berita dan melaporkan suatu kejadian atau peristiwa penting lewat internet tersebut. Memang untuk sebagian adalah merupakan lembaga resmi jurnalistik yang mempunyai situs sendiri dalam melaporkan berita-beritanya, namun untuk kalangan masyarakat / individu yang bukan “siapa-siapa” dalam arti bukan wartawan, bukan juga seorang editor maupun pekerja media, tetap dapat menuliskan berita lewat internet tersebut.
Pesta blogger yang terjadi di Indonesia, juga memunculkan wacana seputar citizen journalism ( jurnalisme warga ). Berkat kemajuan teknologi tersebut, dimulailah era baru dalam jurnalisme, yakni open source reporting. Sekarang, siapa saja bisa melaporkan apa saja yang dilihatnya, atau yang ingin dikatakannya. Berita, opini, reportase, sampai curhat yang sangat pribadi, semua bisa dibagi kepada yang lain. Tidak perlu menunggu wartawan menjemput dan tidak perlu menjadi somebody agar dilirik media.
Kondisi seperti ini, menurut saya sangat tidak nyaman sekali dipandang atau ditampilkan sebagai suatu berita lewat media internet tersebut. Kredibilitas jurnalis warga tersebut serta kualitas pelaporan perlu dipertanyakan. Mereka belum tentu mempunyai kemampuan yang benar-benar mendalam mengenai bagaimana penulisan berita yang baik serta aturan-aturan lain yang menyangkut dengan kode-kode etik jurnalistik.
Memang benar, adanya jurnalisme warga ini menambah wawasan dan kekayaan dalam dunia jurnalistik, namun dalam ruang beritanya sendiri, masih sangat banyak wartawan ataupun pewarta berita yang menulis asal-asalan, bias dalam melaporkan fakta, merekayasa data, dan mengedepankan sensasi demi kejaran oplah atau peringkat. Sedangkan citizen journalist sendiri, jika ingin serius jadi pewarta warga yang beritanya ditanggapi dengan baik, tidak bisa asal-asalan mem-publish. Apapun latar belakangnya, mereka seharusnya perlu melengkapi diri dengan amunisi seorang jurnalis pada umumnya. Kemampuan menulis, keteraturan berlogika, syukur-syukur bisa membangun integritas lewat komitmen pada publik. Dengan begitu adanya jurnalisme warga ini, bukan hanya menjadi sebuah “permainan” berita yang dapat menyestkan masyarakat / publik.
Media internet sendiri, sebagai suatu media baru (new media ), pada gilirannya juga telah menghadirkan sekian macam bentuk jurnalisme yang sebelumnya tidak kita kenal yaitu “jurnalisme warga” yang telah saya singgung tadi. Dengan biaya relatif murah, kini setiap pengguna internet pada dasarnya bisa menciptakan media tersendiri. Mereka dapat melakukan semua fungsi jurnalistik sendiri, mulai dari merencanakan liputan, meliput, menulis hasil liputan, mengedit tulisan, memuatnya dan menyebarkannya di berbagai situs internet atau di weblog yang tersedia gratis.
Dengan demikian, praktis sebenarnya semua orang yang memiliki akses terhadap internet sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan” meski tentu saja kualitas jurnalistik mereka masih bisa diperdebatkan. Yang jelas, orang tersebut tidak dituntut harus lulusan sarjana Ilmu Komunikasi atau sekolah jurnalistik untuk menjadi seorang “jurnalis dadakan” di dunia maya tersebut. Sebagai contoh, seinget dan setahu saya, berita pertama soal bencana Tsunami di Aceh pada Desember 2005 yang lalu, justru muncul dan diketahui publik lewat blog pribadi di internet, jadi tidak melalui saluran-saluran media yang konvensional. Dapat dikatakan, kehadiran jurnalisme warga ini juga telah menjadi tantangan bagi jenis “jurnalisme mapan” yang diterapkan di media-media konvensional seperti suratkabar, majalah, radio dan televisi.
Dengan jurnalisme online ini, menurut saya memang menguntungkan bagi beberapa pihak saja namun tidak untuk semua masyarakat yang tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang keberadaan jurnalisme online tersebut ( belum dapat dikatakan efektif ). Di lain sisi, kemunculan jurnalisme online memang memudahkan kerja wartawan atau pekerja media dalam menyampaikan berita-beritanya, namun masih banyak juga kekurangan-kekurangan yang ada dalam jurnalisme online tersebut.
Selain hal-hal yang saya utarakan tersebut di atas, keberadaan jurnalisme online jika dibandingkan dengan jurnalisme konvensional jelas berbeda sekali. Dalam jurnalisme konvensional, mengandung unsur-unsur seperti Timelines atau termassa, Proximity atau kedekatan, Impact atau dampak, Magnitude, Conflict, Kemajuan, dan Manusiawi. Para jurnalis dalam jurnalisme konvensial ini juga hanya dibekali dengan pengetahuan yang elementer dan dikenal dengan 5W + 1H. Berita dianggap elementer bila didalamnya terdapat what, who, when, where, why, dan how. Serta dalam jurnalisme konvensional ini baru memaparkan reportase faktual, bersifat linier dan hanya dari satu dimensi saja. Penulisan berita jurnalisme konvensional ini juga menganut sistem piramida terbalik, diawali dengan berita-berita yang penting dan hingga akhirnya berita yang kurang penting / tidak penting.
Dengan pengertian yang sederhana semacam itu, bisa dikatakan bahwa jurnalisme konvensional adalah jurnalisme yang mendasar dan “manual” serta menurut kaidah-kaidah yang berlaku. Jurnalisme konvensional yang hanya memaparkan reportase faktual dan bersifat linier serta hanya dari satu dimensi saja, ini berarti berita yang ditampilkan atau disuguhkan benar-benar sebuah berita yang mendalam. Wartawan selain terjun / turun langsung ke lapangan, mereka juga memiliki ketrampilan serta kemampuan tertentu dalam mengolah fakta menjadi sebuah berita.
Berbeda sekali dengan jurnalisme online, pelaku / wartawan media online tidak harus selalu turun ke lapangan untuk mendapatkan berita, serta proses yang dilakukan dalam menyampaikan berita melalui media internet, tidak serumit seperti yang terjadi dalam jurnalisme konvensional misalnya saja media cetak seperti suratkabar maupun televisi. Kemampuan tekhnis yang dimiliki seorang pekerja media konvensional tidak hanya terbatas pada pengolahan kata-kata / fakta menjadi sebuah berita, tetapi juga penggunaan atau pengoperasian alat-alat teknis seperti kamera dsb juga teruji, tidak seperti pada jurnalisme online yang selain benyaknya wartawan “amatiran / dadakan”, mereka juga belum tentu memiliki kemampuan dan ketrampilan seperti yang dimiliki pekerja media konvensional.
Dalam jurnalisme konvensional, wartawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan / kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. Perjuangan serta proses yang dilakukan dalam mencari, mengolah sampai menyebarkan berita juga tidak semudah dan se-simple seperti yang terjadi dalam jurnalisme online.
Unsur-unsur yang ada dalam jurnalisme konvensionalpun, belum tentu tercantum juga dalam jurnalisme online. Kelengkapan berita, penyusunan / pemilihan kalimat dalam berita, serta tahapan-tahapan dalam mendapatkan dan menulis berita juga sangat berbeda sekali. Menurut saya, walaupun jurnalisme konvensional adalah suatu jurnalisme yang bisa dikatakan sebagai jurnalisme yang “manual” atau tua, serta media yang digunakan tidak terlalu “mewah” seperti internet, namun keberadaannya perlu diakui dan diacungi jempol sebagai suatu jurnalisme yang telah mendasar, pertama dibandingkan dengan jurnalisme online.
Di Indonesia sendiri, sangat disayangkan bahwa peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme ini, perhatiannya sangat minim sekali. Jangankan jurnalisme online, yang merupakan media baru yang berkembang di masyarakat, jurnalisme konvensional yang lebih dulu ada saja, keberadaannya kurang sekali mendapat perhatian dari pemerintah.
Adanya jurnalisme konvensional ini, sangat membantu masyarakat / publik dalam memenuhi kebutuhannya dalam mendapatkan informasi, terutama bagi masyarakat yang tidak begitu bisa menggunakan media internet ( jurnalisme online ) tersebut. Walaupun publik merupakan pemirsa / penonton yang pasif dalam mendapatkan informasi, karena hanya bersifat satu arah saja tidak seperti pada jurnalisme online, namun jurnalisme konvensional selalu berusaha menyuguhkan berita atau informasi penting bagi masyarakat yang penyampainnya juga faktual serta menurut kaidah-kaidah jurnalisme.
Kemunculan atau keberadaan jurnalisme online, menurut saya keudukannya juga tidak dapat menggeser jurnalisme konvensional. Justru dengan adanaya kedua jenis jurnalisme tersebut, dapat menambah keberagaman serta wawasan dalam dunia jurnalisme serta saling melengkapi antar keduanya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Jurnalisme online dan jurnalisme konvensional memang merupakan jurnalisme yang mempunyai perbedaan yang sangat mendasar, baik dari media yang digunakan, pelaku atau pekerja didalamnya, hingga penyusunan serta penampilan pesannya yang juga berbeda, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keberadannya tidak bisa dikatakan sebagai media yang berlawanan atau saling berkompetisi, namun juga sebagai media yang dapat saling melengkapi dalam kegiatan jurnalistik atau dalam dunia jurnalisme.
Kehadiran kedua jenis jurnalisme tersebut pada intinya memiliki tujuan yang sama, yakni berusaha untuk memenuhi kebutuhan atau menyajikan informasi atau berita yang penting bagi masrayakat atau khalayak luas. Namun cara, sistem yang digunakan adalah berbeda, serta penyajiannya, menjadikan kedua jurnalisme tersebut terlihat sebagai sebuah jurnalisme atau media jurnalisme yang saling berkompetisi atau bersaing. Sebagai pengonsumsi media / berita sebaiknya dapat memilih saluran yang benar-benar dianggap efektif serta dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi masing-masing individu tersebut.
Saran yang bisa saya ungkapkan, sebaiknya para pelaku / pekerja media dalam kedua jurnalisme tersebut lebih memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi serta baik buruknya jika mereka menampilkan atau menyajikan sebuah berita atau informasi kepada khalayak luas, serta peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme di Indonesia, agar lebih diperhatikan lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Materi perkuliahan
http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=1903
http://www.opensubscriber.com/message/dpr-indonesia@yahoogroups.com/8130876.html.
Pikiran sendiri.